Senin, 03 Januari 2022

Perempuan Harus Tahu Penyebab dan Faktor Risiko Menopause Dini

 Perempuan Harus Tahu, Penyebab dan Faktor Risiko Menopause Dini


Menopause dini ialah kondisi yang tidak bisa dianggap sepele. Hal ini dikarenakan, menopause yang terjadi sebelum waktunya dapat diakibatkan oleh kondisi medis tertentu.

Menopause sendiri merupakan hal yang normal terjadi pada fase kehidupan perempuan. Tetapi, kalau menopause terjadi secara dini, sebaiknya ada waspada. Seorang perempuan bisa dikatakan mengalami menopause dini jika siklus menstruasi nya berhenti sebelum usia 40 tahun.

Penyebab dan Faktor Risiko Menopause Dini

Berikut ini beberapa penyebab serta faktor risiko seorang wanita mengalami menopause dini, diantaranya :

- Faktor Genetik
 Sebuah penelitian menyatakan jika usia menopause seorang wanita berkaitan dengan faktor keturunan atau genetik. Hal ini dikarenakan masa menopause seorang wanita pada umumnya tidak jauh berbeda dengan ibunya. Jadi, kalau ibunya mengalami menopause dini, maka anak perempuannya mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami hal yang sama.

- Stres dan Depresi
 Sudah banyak para ahli yang menyatakan jika stres dan depresi tidak hanya memengaruhi kesehatan mental saja. Menurut ahli seperti yang dikutip dari Indiatimes, stres dan depresi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan menopause. Terlebih, depresi yang sangat signifikan dapat menyebabkan menopause datang lebih awal atau menopause dini.

- Kebiasaan Merokok
 Merokok, salah satu kebiasaan yang bisa memengaruhi terjadinya menopause dini. Beberapa penelitian menyatakan jika serong wanita perokok bisa mengalami menopause lebih cepat dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.

- Terapi Radiasi dan Kemoterapi
 Pengobatan kanker atau penyakit lainnya yang menggunakan prosedur kemoterapi atau terapi radiasi pada sekitar area panggul diketahui mempunyai beberapa risiko, termasuk menopause dini. Hal ini dapat terjadi, karena gelombang radiasi yang digunakan dalam terapi tersebut bisa menyebabkan terganggu nya ovarium, sehingga tidak bisa berfungsi secara normal.

- Berat Badan Yang Terlalu Rendah
 Hormon estrogen banyak tersimpan pada jaringan lemak tubuh. Seorang perempuan yang terlalu kurus mempunyai lemak tubuh yang lebih sedikit. Hal ini mengakibatkan, hormon estrogen yang tersimpan pun sedikit. Hal ini bisa memengaruhi fungsi indung telur serta sistem reproduksi. Tidak hanya itu, harus diketahui juga bahwa beberapa prosedur bedah dan operasi yang dilakukan guna mengangkat ovarium juga bisa menyebabkan menopause dini pada wanita.

- Obat-Obatan dan Penyakit Lainnya
 Menopause dini dapat terjadi dikarenakan penyakit kronis, seperti tumor pada kelenjar hipofisis serta hipotalamus, gangguan psikis serta penggunaan obat-obatan. Tidak hanya itu, beberapa penyakit lain seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, sindrom Turner, dan sindrom kelelahan kronis ternyata dapat menyebabkan menopause dini.

- Kegagalan Ovarium Secara Prematur
 Pada kondisi ini, ovarium tidak lagi berfungsi secara normal ketika seorang wanita belum mencapai usia 40 tahun. Wanita dengan kegagalan ovarium prematur pada umumnya masih mengalami mestruasi, namun sulit untuk hamil.

Posted by : Nugraha Nature

Buah-Buahan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok

 Buah-Buahan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok



Gondok ialah salah satu penyakit yang menyerang kelenjar tiroid. Pembengkakan yang terjadi pada kelenjar tiroid, biasanya diakibatkan oleh kadar hormon tiroid yang meningkat atau kurang memproduksi hormon. 

Buah-Buahan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok

Manafaat buah-buahan untuk kesehatan salah satu nya dapat menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit, salah satunya penyakit gondok. Buah-buahan merupakan makanan yang lebih mudah untuk dicerna oleh tubuh serta dapat menyerap vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh kita.

Berikut ini beberapa jenis buah-buahan yang dapat dikonsumsi oleh penderita gondok, diantaranya :

- Nanas
 Buah nanas mengandung enzim, bromelain yang bisa membantu pencernaan, mengurangi pembengkakan serta kaya akan antioksidan seperti vitamin C. Buah nanas bermanfaat untuk mencegah serta mengatasi penyakit gondok.

- Pepaya
 Buah pepaya tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi buah yang satu ini mempunyai dampak positif bagi para penderita gondok. Buah pepaya mempunyai kandungan betakaroten yang dapat mengurangi pembengkakan gondok yang diakibatkan oleh peradangan hingga mencegah pertumbuhan sel kanker pada kelenjar tiroid. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika anda mengonsumsi buah yang satu ini secara langsung setiap hari guna mencegah penyakit gondok membesar.

- Sirsak
 Selanjutnya buah sirsak. Buah yang satu ini terkenal dengan rasanya yang manis asam, buah ini juga sering diolah menjadi es atau manisan. Tidak hanya itu buah sirsak juga mempunyai manfaat lain untuk kesehatan yang tentunya baik untuk penderita gondok. Buah yang satu ini mengandung zat amfisilin yang berfungsi untuk menormalkan kembali kelenjar tiroid sehingga penyakit gondok dapat sembuh dengan cepat.

- Manggis
 Buah manggis diketahui mempunyai khasiat yang luar biasa untuk mempercantik kesehatan kulit. Tidak hanya itu, kulit manggis juga mempunyai khasiat lain seperti membantu menyembuhkan penyakit gondok. Hal ini dikarenakan, buah manggis mengandung zat xhantone yang dapat mempercepat penyembuhan gondok yang membengkak.

- Alpukat
 Buah alpukat mengandung banyak manfaat salah satunya menjadi sumber lemak mentah yang sangat baik, tidak hanya itu buah alpukat juga kaya akan lemak mononsaturated  yang mudah dibakar untuk energi, serta mengandung sumber folat yang baik, serat makanan, vitamin C, vitamin E serta vitamin B6. Dan anda bisa mengonsumsi buah alpukat ini untuk mengatasi serta mencegah penyakit gondok.

- Rambutan
 Buah lokal yang satu ini banyak digemari oleh masyarakat. Tidak hanya rasanya yang manis, rambutan juga mempunyai kandungan air yang cukup untuk kebutuhan tubuh. Selain itu, buah ini juga baik dikonsumsi oleh penderita gondok, hal ini dikarenakan buah rambutan mengandung zat amfisilin yang dapat mempercepat penyembuhan gondok secara alami.

Baca Juga : Penyebab Penyakit Gondok Yang Harus Diwaspadai
                     Kenali Gejala Awal Penyakit Gondok
                     
Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Gondok
                     
Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok

Posted by : Nugraha Nature

Minggu, 02 Januari 2022

Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok

 Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok


Gondok merupakan salah satu penyakit Hipertiroid. Penyakit gondok sendiri ditandai dengan adanya benjolan pada leher yang dikibatkan membesarnya kelenjar tiroid.

Makanan Yang Dianjurkan Untuk Penderita Gondok

Untuk kamu yang terkena penyakit hipertiroid ini, sangat penting untuk mengetahui makanan apa saja yang dianjurkan untuk dikonsumsi.


Berikut ini beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk di konsumsi oleh penderita hiptertiroid, diantaranya :

1). Kunyit
 Kunyit menjadi salah satu jenis makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita hipertiroid. Kunyit mempunyai kandungan antiradang yang bisa membantu mengurangi risiko timbulnya penyakit tiroid.

2).  Makanan Rendah Yodium
 Salah satu jenis makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertiroid ialah jenis makanan yang kadar yodium nya rendah. Yodium berperan penting dalam meningkatkan produksi kelenjar tiroid. Oleh karena itu, penderita hipertiroid harus mengurangi makanan yang kadar yodiumnya tinggi.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang kadar yodiumnya rendah, diantaranya : Putih telur, kentang, oatmeal, madu, teh, kopi hitam, jus buah, selai, Garam yang tidak mengandung yodium, rempah-rempah, buah-buahan, daging sapi, daging ayam, daging Kambing dalam jumlah yang cukup.

3). Makanan Tinggi Kalsium
 Adanya keterkaitan antara kondisi hipertiroid dengan penurunan kepadatan tulang yang dapat menimbulkan risiko osteoporosis. Oleh karena itu, makanan tinggi kalsium sangat penting guna mengatasi kondisi tersebut.

Makanan serta minuman yang mempunyai kadungan kalsium yang tinggi yang baik dikonsumsi penderita hipertiroid ialah ikan sarden, brokoli, kale, bok choy, okra tahu, keju, yogurt, es krim serta susu.

4). Makanan Tinggi Vitamin D
 Pada umumnya para penderita hipertiroid mengalami kekurangan asupan vitamin D pada tubuhnya. Oleh karena itu, maka perbanyak lah konsumsi vitamin D, seperti ikan tuna serat salmon, jamur dan hati sapi.
5). Makanan Kaya Akan Selenium
 Jenis makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertiroid yang selanjutnya ialah makanan yang kaya akan Selenium.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan selenium bisa membantu menyeimbangkan produksi jumlah hormon tiroid. Tidak hanya itu selenium juga dapat mencegah kerusakan sel sel pada tubuh.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang tinggi akan selenium, seperti udang, ikan tuna, daging sapi, daging kambing, daging ayam, daging ayam kalkun, jamur, telur, oatmeal, nasi, sereal serta kacang-kacangan.

6). Makanan Yang Kaya Akan Zinc
 Selanjutnya makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertiroid ialah makanan yang kaya akan Zinc. Jenis mineral yang satu ini dipercaya bisa menjaga sistem kekebalan tubuh serta kesehatan tiroid.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang kaya akan Zinc, diantaranya daging sapi, daging domba, buncis, jamur, biji labu, kacang-kacangan serta bubuk kakao.

7). Makanan Yang Mengandung Zat Besi
 Zat besi ialah salah satu nutrisi yang penting dalam metabolisme, termasuk untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid. Hal ini diperkuat oleh sebuah hasil penelitian yang menunjukkan jika mengonsumsi zat besi mempunyai efek positif untuk penderita hipertiroid.

Berikut ini merupakan jenis makanan yang kaya akan zat besi, diantaranya buncis, tahu, tiram, ikan sarden, daging sapi, daging ayam kalkun,  kacang merah, kacang hitam, kismis, serta cokelat hitam.

8). Sayuran Dari Famili Cruciferous
 Sebuah penelitian mengatakan bahwa sayuran dari famili Cruciferous mempunyai manfaat untuk menurunkan produksi jumlah hormon tiroid serta mengurangi penyerapan yodium oleh tiroid. 

Sayuran yang dapat dikonsumsi oleh penderita hipertiroid, diantaranya kale, brokoli, kubis, lobak, kembang kol, bok choy serta asparagus.


Posted by : Nugraha Nature

Jumat, 31 Desember 2021

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Gondok

 Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Gondok


Gondok Merupakan Penyakit Kelenjar Tiroid. Kelenjar tiroid sendiri berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid Guna menstimulasi tubuh.

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Gondok

Menjauhi makanan yang dipantang untuk penderita gondok merupakan suatu bentuk penanganan agar penyakit ini tidak semakin parah. Jika penderita penyakit ini memaksakan mengonsumsi makanan sembarangan dikhawatirkan malah menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Berikut ini beberapa makanan yang harus dijauhi oleh para penderita gondok yang harus diketahui, diantaranya :

1). Kedelai
 Makanan yang terbuat dari kedelai yang mengandung isoflavongoitrogen justru akan menurunkan fungsi kelenjar tiroid khusunya dalam menyerap yodium. Makanan olahan kedelai yang harus dijauhi diantaranya tempe, tahu, kecap, susu kedelai, minyak kedelai ataupun miso.

2). Junk Food
 Junk food atau makanan cepat saji merupakan makanan modern yang banyak diminati oleh banyak orang. Namun jika anda penderita gondok maka sebaiknya hindari makanan junk food ini, karena junk food sendiri merupakan makanan yang tidak sehat serta dapat memperparah kondisi penyakit gondok yang anda derita.

3). Makanan Pedas
 Makanan selanjutnya yang harus dihindari oleh penderita gondok ialah makanan yang pedas-pedas. Makanan pedas memang nikmat bagi orang yang normal, namun makanan ini sangat berbahaya bagi penderita gondok karena dapat memperparah penyakit.

4). Minuman Bersoda
 Minuman yang mengandung soda sebaiknya dihindari oleh para penderita gondok. Hal ini dikarenakan kandungan pemanis buatan yang terkandung pada minuman bersoda ini justru akan memperparah kondisi penyakit anda.

5). Makanan Berlemak
 Makanan berlemak menjadi salah satu makanan yang harus di hindari oleh penderita gondok, karena pada umumnya lemak dapat mengganggu kemampuan tiroid untuk memproduksi hormon yang cukup. Hindari margarin, mayones, terutama lemak pada daging, lemak jenuh serta gorengan.


6). Minuman Berkafein
 Makanan dan minuman yang mengandung kafein termasuk kedalam makanan yang harus dihindari oleh penderita gondok. Karena minuman yang berkafein dapat memperparah kondisi penyakit anda. Seperti kopi hitam, kopi instan serta minuman yang mengandung kafein lainnya.

7). Makanan Mengandung Gluten
 Para penderita gondok juga harus mengahindari makanan yang mengandung gluten. Karena ketika tubuh tidak bisa menolerir gluten, hal itu dapat menyebabkan antibodi kita menyerang gluten, yang menyebabkan kondisi penderita penyakit ini menjadi semakin parah. Makanan yang mengandung gluten diantaranya gandum, barley serta rye.

8). Makanan Berkolesterol Tinggi
 Makanan yang mengandung kolesterol tinggi menjadi salah satu jenis makanan yang harus di hindari oleh para penderita gondok. Makanan yang tinggi kolesterol diantaranya telur ayam, telur ikan, minyak ikan, otak sapi, daging kijang serta ginjal domba.

9). Sayuran Silangan (Goitrogenik)
 Sayuran hasil persilangan, harus dijauhi oleh para penderita gondok. Karena sayuran ini mengandung goitrogen serta isothiocyanates yang dapat mengganggu produksi hormon tiroid dan dapat merusak kelenjar tiroid. Seperti brokoli, bunga kol, kubis serta kubis brussel.

10). Makanan Mengandung Bahan Kimia
 Pantangan makanan yang terakhir ialah makanan yang mengandung bahan bahan kimia. Makanan yang dibuat dengan pewarna serta pengawet kimia sangat berbahaya, karena bisa memperparah kondisi tubuh.

Posted by : Nugraha Nature

Kamis, 30 Desember 2021

Kenali Gejala Awal Dan Diagnosa Penyakit Gondok

Kenali Gejala Awal Penyakit Gondok

 Gondok merupakan pembesaran kelenjar tiroid secara abnomal. Pada umunya penyakit gondok bukanlah tumor ataupun kanker. Walaupun tidak menimbulkan rasa sakit, gondok yang terlalu besar dapat menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas, sulit menelan serta batuk batuk.

Gejala Penyakit Gondok

Sebelum mengetahui gejala awal penyakit gondok kamu juga harus mengatahui apa saja penyebab terjadinya penyakit gondok. Gejala yang dialami pada penderita penyakit ini dapat berbeda beda, tergantung pengaruhnya pada hormon tiroid pada tubuh, apakah meningkat, menurun atau pun tetap normal.

Gejala utama penyakit gondok ialah timbulnya benjolan di leher. Tetapi, tidak semua orang menyadari timbulnya benjolan ini, terutama jika ukurannya masih kecil serta tidak mengakibatkan perubahan kadar hormon tiroid.

Berikut Ini Gejala Awal Penyakit Gondok diantaranya :

- Batuk-batuk,

- Suara Serak,

- Susah Menelan,

- Susah bernapas,

- Pembengkakan Vena Leher,

- Tenggorokan kering dan serak,

- Tenggorokan terasa sesak dan kencang,

- Pusing Saat Lengan Diangkat Ke Atas Kepala,

- Benjolan yang terlihat di pangkal leher (di bawah rahang).

Diagnosis Penyakit Gondok

Dokter akan merada leher pasien kemudian meminta pasien untuk menelan, supaya bisa dipastikan bahwa benjolan tersebut merupakana kelenjar tiroid. Untuk memastikan diagnosisnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa :

- Biopsi,

- USG tiroid,

- Tiroid Scan,

- Pemeriksaan nuklir,

- Pemeriksaan hormon,

- Pemeriksaan Antibodi.

Posted by : Nugraha Nature

Rabu, 29 Desember 2021

Penyebab Penyakit Gondok Yang Harus Diwaspadai

Penyebab Penyakit Gondok Yang Harus Diwaspadai

 

Goiter atau dikenal juga dengan sebutan Gondok merupakan kondisi dimana kelenjar tiroid membesar.

Kelenjar Tiroid sendiri merupakan kelenjar yang bentuknya seperti kupu-kupu dan terletak di leher. Pada pria, kelenjar tiroid terletak di bawah jakun.

Penyebab Penyakit Gondok

Walaupun pada beberapa kasus, penyakit gondok bisa muncul tanpa penyebab yang pasti, tetapi secara umum, gondok dapat diakibatkan oleh beberapa kondisi berikut ini :

- Makanan

 Beberapa makanan ini jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penyakit Gondok, diantaranya kacang kedelai, bayam serta tahu. 

- Merokok

 Kebiasaan merokok ternyata dapat menyebabkan penyakit Gondok. Hal ini dikarenakan kandungan tiosianat pada rokok, dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap yodium.

- Kehamilan

 Hormon HCG ( Human Chorionic Gonadotropin ) yang diproduksi selama masa kehamilan bisa menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid.

- Kanker Tiroid

 Penyakit Kanker tiroid bisa menyebabkan pembengkakan pada salah satu sisi kelenjar tiroid.

- Penyakit Graves

 Penyakit Grave dapat terjadi pada saat kelenjar tiroid terlalu aktif dalam memproduksi hormon, akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang menyerang kelenjar tiroid. Kelenjar Tiroid Yang Terlalu Aktif (hipertiroid) dapat mengakibatkan kelenjar tiroid membesar.

- Paparan Radiasi

 Melansir dari Cleveland Clinic, seseorang yang pernah menjalani perawatan radiasi medis pada kepala dan leher mempunyai risiko lebih besar terkena gondok.

- Kekurangan Yodium

 Kelenjar tiroid memerlukan yodium guna memproduksi hormon tiroid. Kekurangan yodium dapat menyebabkan kelenjar tiroid bekerja lebih keras yang akhirnya membesar.

- Penyakit Hashimoto

 Rendahnya produksi hormon pada penyakit ini menyebabkan kelenjar pituitari menghasilkan hormon yang merangsang kelenjar tiroid secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kelenjar tiroid membesar.

- Nodul Soliter Tiroid

 Dalam kondisi ini, hanya satu benjolan/nodul yang akan terbentuk pada salah satu kelenjar tiroid. Kebanyakan dari benjolan ini bersifat jinak.

Posted by : Nugraha Nature